Sinopsis Hwarang Drama Korea di Net TV
Drama Korea Hwarang (drakor) 2016

Idehits.net, SINOPSIS – Hwarang episode 17 recap, serial drama Korea tayang di Net TV. Cuplikan diepisode sebelumnya: Teman Ah Ro, Soo-yeon merasa murung akhir-akhir ini karena Ban-ryu belum menghubunginya sejak mereka semua pulang dari Baekje.

Ah Ro mengatakan padanya bahwa hubungan memiliki pasang surut dan menyarankan dia untuk menunggu dia datang.

Drama Korea Hwarang menceritakan kisah tiga pemuda yang mampu mempersatukan kerajaan dengan usaha keras mereka.

Baca juga: Sinopsis Hwarang Episode 16

Bagaimana kisah awal pertama film ini ditayangkan dan seperti apa cerita sinopsis Hwarang pada episode 17 kali ini? yuk, mari kita ikuti kisahnya sebagai berikut.

Sinopsis Hwarang Episode 17

Pada episode kali ini, Sun-woo berada di halaman markas Hwarang bertarung dengan para penjahat.

Tak berapa lama Su-ho, Yeo-wool, dan Dan-se ada di sana lalu membantu Sun-woo menghadapi mereka.

Sun-woo terkena serangan dari para komplotan dan mengakibatkan dia jatuh ketanah.

Sementara itu, Ji-dwi masuk ke kamar Menteri Park dan mencuri kembali gelang kepala naganya. Dia dengan gayanya mencoba membangunkan Menteri Park dengan membawa belati ditanganya yang diarahkan ke wajah Menteri Park.

Ji-dwi lalu berkata seolah memberi tahu Menteri Park bahwa dia adalah pemilik sah gelang naga tersebut.

Menteri Park mencoba melarikan diri, tetapi Ji-dwi membanting belati ke tempat tidurnya.

Belati Ji-dwi menyayat leher Menteri Park tapi tidak terlalu dalam, namun kondisi itu sudah cukup untuk membuat ancaman kepada Menteri Park yang dilakukan oleh Ji-dwi.

Ratu Bupati Jiso memasuki ruang tahta untuk melihat awan hitam menyelimuti dan membubarkan tahta.

Tak berselang lama adengan menunjukan Ratu Bupati berteriak kemudian bangun, Dia baru tersadar bahwa yang dialaminya baru saja adalah hanya sebuah mimpi.

Namun setelah itu Ratu Bupati menemukan bunga di samping tempat tidurnya.

Ini adalah sebuah tanda dari Ji-dwi untuk menemuinya di ruang takhta, dan ketika dia tiba, dia duduk di atas takhta berpakaian merah raja.

Dengan suara yang kuat, Ji-dwi memberi tahu ibunya bahwa sudah waktunya baginya untuk menjadi raja kerajaan Silla yang sebenarnya.

Ratu Bupati Jiso mencibir bahwa dirinya sendiri bahkan tidak tahu apa artinya semua itu, dan mengingatkan Ji-dwi bahwa hanya melalui kerja kerasnya lah takhta kerajaan Silla masih menjadi milik keluarga mereka.

Ji-dwi mengatakan bahwa dia tahu, tapi bukan namanya yang akan tersisa, “Karena aku, Jinheung, adalah raja Silla.”

Bupati ratu tetap, dengan keputusannya bahwa dialah raja sebenarnya.

Tapi Ji-dwi mengatakan bahwa dia hanya menggunakannya sebagai alasan untuk mengambil sebuah keuntungan untuk dirinya sendiri.

Ketika pagi hari, Yeo-wool dan Su-ho masih mengawasi Sun-woo, yang masih pingsan akibat serangan dari penjahat tempo hari.

Yeo-wool memberitahu Su-ho tentang Sun-woo yang sering pingsan, Yeo-wool seakan memberi tahu Su-ho, meskipun sebenarnya Su-ho sudah pernah melihat Sun-woo pingsan saat berada dilapangan panahan.

Dilain tempat, Seorang wanita yang sedang sakit datang menghampiri Ji-gong, memohon padanya untuk menyelamatkan putranya bahkan saat darah berwarna hitam menyembur dari mulutnya sendiri.

Di kota, Ah Ro mencoba yang terbaik untuk menemukan ramuan obat untuk membantu para penduduk, tetapi semua pedagang telah dibersihkan.

Tak berselang lama Ah Ro melihat Sebuah gerobak lewat dan dia melihat tumbuhan kecil berbentuk bintang kering jatuh dari salah satu tas yang dibawanya.

Ah Ro tahu bahwa itulah yang dia cari untuk ramuan obat penawar wabah.

Gerobak itu menuju ke rumah Minister Park, di mana dia menimbun obat-obatan untuk dijual dengan untung besar begitu wabah masuk ke kota.

Ah Ro pun mengeluh bahwa terlalu lama bagi penduduk kota untuk jatuh sakit, dan mengerutkan kening saat Ho Gong mengaitkan penyebaran wabah yang lambat dengan upaya Ji-gong di desa.

Hwi-kyung dengan marah menghadapkan ratu bupati tentang rencananya untuk menghidupkan kembali Wonhwa, yang merupakan pejuang dan pemimpin spiritual.

Hwi-kyung memerintahkan Bupati Ratu Jiso untuk mundur dan melepaskan klaim keluarganya atas takhta, dan membiarkan Hwarang tak tersentuh.

Ratu Bupati yang mendengar itu berteriak bahwa dia tidak dalam posisi untuk memberitahunya apa yang harus dilakukan dengan mahkotanya dan Hwarang yang telah dibentuknya.

Ah Ro kini telah kembali lalu memberitahu Hwa-gong tentang adas bintang yang dia temukan. Dia mengatakan bahwa Minister Park menimbunnya, dan memohon pada Hwa-gong untuk melakukan sesuatu.

Joo-ki bertanya apakah Ah Ro telah melihat Sun-woo, dan dia bergegas ke rumah sakit ketika dia mendengar dia pingsan lagi.

Sun-woo yang sebelumnya pingsan merasakan ada usapan tangan lembut di wajahnya, dan dia meraih pergelangan tangan dan menarik orang itu lebih dekat untuk dicium. Tapi dia membuka matanya dan, bukannya Ah Ro, dia melihat Putri Sookmyung.

Baca juga: Sinopsis Hwarang Episode 15

Ah Ro yang ada diluar mengetahui kejadian itu, meski Sun-woo dan Putri tidak mengetahui keberadaan Ah Ro.

Putri Sookmyung berbicara dan mencoba ingin tahu semuannya tentang Sun-woo, namun Sun-woo hanya bisa meminta maaf dan pergi.

Demikian dulu ya untuk cerita sinopsis Hwarang episode 17 tayang di Net TV kali ini.

Nantikan juga kelanjutan kisahnya pada artikel drama Korea Hwarang episode 18 terbaru selanjutnya disitus Idehits.net.**

Artikel sebelumyaSinopsis Hwarang Episode 16, Drama Korea
Artikel berikutnyaSinopsis Extraordinary You Episode 21 – 22, Drama Korea

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here