Sejarah Berdiri Hingga Runtuhnya Kerajaan Majapahit

Idehits.net – Menjadi salah satu kerajaan besar di Nusantara, sudah pasti banyak sekali sisi-sisi kehidupan dan perjalanan Kerajaan Majapahit dari sejak berdiri hingga runtuhnya dinasti Kerajaan.

Berbicara tentang sejarah Kerajaan Majapahit sendiri memang sudah banyak para ahli sejarah yang telah menuliskannya baik berupa buku maupun media online jadi cukuplah bagi kita untuk mengetahui seperti apa detailnya sejarah kerajaan yang bergelar Kerajaan Nusantara II tersebut.

Majapahit sendiri merupakan kerajaan yang didirikan oleh Raden Wijaya ini menjadi salah satu sejarah besar masa lalu bangsa Indonesia.

Kerajaan Majapahit menurut para ahli sejarah Indonesia didirikan sekitar tahun 1293 M hingga tahun 1500 M. Kerajaan yang menuai masa keemasannya dibawah kekuasaan Raja Hayam Wuruk tersebut muncul pasca runtuhnya kerajaan Singasari yang dipimpin oleh raja terakhirnya bernama Kertanegara.

Baca juga: Fakta dan Sejarah Ilmu Sihir di Skotlandia

Sejarah Kerajaan Majapahit

Seperti yang telah disebutan sebelumnya bahwa kerajaan Majapahit berdiri setelah Singasari runtuh dan Kertanegara mangkat akibat terjadinya penyerangan oleh raja Daha Kediri, membuat semua kerabat Kertanegara pergi melarikan diri, termasuk pula Raden Wijaya yang merupakan keponakan Kertanegara. Raden Wijaya kemudian melarikan diri ke Madura dan meminta bantuan kepada Jayakatwang.

Dari sinilah tipu daya politik Raden Wijaya dimulai karena setelah runtuhnya kerajaan Kediri, Raden Wijaya malah balik menyerang Jayakatwang, dengan bantuan dari Aria Wiraraja. Pada saat itu, tentara Cina juga datang karena dikirim untuk menghukum Kertanegara. Raden Wijaya selanjutnya menyatakan kesetiannya terhadap Cina, dan meminta bantuan untuk menumpas Jayakatwang.

Raden Wijaya berkedok bahwa Jayakatwang merupakan penerus Kertanegara, sehingga membuat Cina menerima permohonan tersebut.

Setelah Jayakatwang menyerah dari pasukan Cina, Raden Wijaya mengambil alih dan menumpas ribuan tentara Cina dengan kekuatan yang telah dikumpulkannya.

Setelah itu dimulailah sejarah kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1293 M, yang mana berikutnya Raden Wijaya mendapat gelar Kertajasa.

Kerajaan Majapahit ini sendiri dibangun di atas Hutan Terik, yaitu di sekitar tepi Sungai Brantas. Pemilihan tersebut karena Sungai Brantas merupakan akses keluar masuk wilayah utama kerajaan di Jawa Timur.

Silsilah Raja Raja dan Masa Kejayaan Majapahit

Raden Wijaya (1293 – 1309)

Raden Wijaya merupakan pendiri kerajaan Majapahit yang mempunyai gelar Sri Kertajasa Jayawardhana. Ia bertahta sejak awal berdirinya kerajaan tersebut yaitu tahun 1293 M hingga tahun 1309 M. Sebagai seorang raja, pada saat itu Raden Wiyaja memperistri keempat putri Kertanegara, yang merupakan pamannya sendiri.

Dari permaisuri Gayatri, Raden Wiyaja mendapatkan dua orang putri yakni Rajadewi Maharajasa dan Tribuanatunggadewi. Sementara dari Tribuana ia memperoleh satu orang putra yang diberi nama Jayanegara. Selama masa pemerintahannya ini, Raden Wijaya memberikan kedudukan tinggi kepada para pengikut setianya.

Meski begitu, ada saja yang tetap tidak puas dan alhasil menimbulkan banyak pemberontakan kala itu. Kemudian di tahun 1309 M, Raden Wijaya dinyatakan wafat lalu didharmakan di dekat Blitar yaitu Antahpura. Sepeninggal raja, putranya yang bernama Jaya negara kemudian naik tahta dengan gelar Sri Jayanegara.

Jayanegara (1309 – 1328)

Sejarah kerajaan Majapahit berikutnya dilanjutkan oleh Jayanegara, yang merupakan putra dari raja terdahulu. Pada masa pemerintahannya ini, ia mengalami banyak sekali pemberontakan. Hingga akhirnya harus melarikan diri ke Badandea, dan diselamatkan pasukan Bhayangkari di bawah kepemimpinan Gajah Mada.

Karena siasat brilian dari Gajah Mada, pemberontakan di Majapahit bisa ditumpah. Dan sebagai penghargaan atas jasanya, Gajah Mada kemudian diangkat menjadi Patih di Kahuripan dan Patih di Daha atau Kediri. Jayanegara sendiri tewas pada tahun 1328, karena dibunuh Tabib Israna Ratanca dan didharmakan dalam pura.

Tribuanatunggadewi (1328 – 1350)

Karena Jayanegara tidak memiliki putra, maka tahta kerajaan Majapahit digantikan oleh adik perempuannya yaitu Tribuanatunggadewi atau juga disebut Tribuana Wijaya Tunggadewi atau Dyah Gitarja, yang kemudian memiliki gelar Tribuanatunggadewi Jaya Wisnu Wardhani.

Diproses ini dan silsilah keluarga antara Jayanegara dan Tribuanatunggadewi sebagian meyakini jika beliau berstatus sebagai antara paman dan keponakan, dan proses pergantian kepemimpinannya pun terdapat berbagai spekulasi dan tidak sama persis seperti yang admin saat ini.

Karena didalamnya juga terdapat sosok penting yakni Dyah Gayatri, Ibunda dari Tribuanatunggadewi yang turut peran besar dalam perpolitikan kala itu.

Nanti akan dibahas secara mendalam pada sesi peralihan kekuasaan antara Jayanegara ke Ratu Tribuanatunggadewi ini.

Disaat tampuk pimpinan kekuasaan kerajaan Majapahit dipegang oleh Tribuanatunggadewi, sejarah mencatat jika sempat terjadi pemberontakan yang dipadamkan oleh Gajah Mada.

Tribuana Tunggadewi berada di tahta selama dua puluh tahun lamanya, yang kemudian di tahun 1350 ia mengundurkan diri. Selanjutnya putranya yang bernama Hayam Wuruk dinobatkan sebagai raja, dan mempunyai gelar Sri Rajasanagara.

Hayam Wuruk selama pemerintahan didampingi oleh Mahapatih Gajah Mada, yang telah berhasil menaklukkan banyak daerah di Nusantara.

Hayam Wuruk (1350 – 1389)

Kerajaan Majapahit berada pada puncak kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, karena cita cita Gajah Mada yang ingin menaklukkan Nusantara berhasil terwujud.

Namun terjadinya perang Bubat antara Pajajaran dan Majapahit membuat usaha politik Gajah Mada berakhir di tahun 1357. Gajah Mada pun wafat di tahun 1364 M, dan disusul Hayam Wuruk di tahun 1389.

Runtuhnya Kerajaan Majapahit dan Peninggalannya
Setelah wafatnya Gajah Mada dan Hayam Wuruk, kerajaan Majapahit berangsung angsur melemah dan memasuki masa kemunduran setelah terjadi konflik terkait perebutan tahta.

Waktu berakhirnya kerajaan Majapahit ini diperkirakan sekitar tahun 1478 hingga 1527, menjelang masuknya kerajaan Islam di tanah Jawa. Berikut beberapa peninggalan kerajaan Majapahit.

Baca juga: Kubilai Khan, Kaisar Tersukses Kerajaan Mongol

Peninggalan Kerajaan Majapahit

Candi Cetho

Candi Cetho berada di Dusun Ceto Kec. Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Menurut perkiraan candi satu ini dibangun sekitar abad 15 masehi, yaitu pada akhir keruntuhan dari kerajaan Majapahit. Selain Candi Cetho, beberapa candi peninggalan kerajaan ini yaitu Candi Pari, Jabung, Brahu, Tikus, dan Sukuh.

Kitab Negarakertagama dan Sutasoma

Kitab Negarakertagama dan Sutasoma juga merupakan peninggalan kerajaan Majapahit. Kitab Negarakertagama merupakan karangan Mpu Prapanca dan berisi sejarah kerajaan Majapahit dan perjalanannya.

Sedangkan Sutasoma adalah karangan Mpu Tantular yang dibuat pada abad ke 14, dimana di dalamnya terdapat beberapa istilah yang digunakan untuk semboyan NKRI.

Hingga saat ini peninggalan dari kerajaan Majapahit tersebut masih dijaga dengan baik, dan dilestarikan demi menjaga warisan sejarah Negara Indonesia khususnya.

Artikel sebelumyaSinopsis My Dear Guardian Episode 28, Drama China
Artikel berikutnyaJohn Legend Tampil Lewat Video pada Pembukaan Olimpiade Tokyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here